mengorbankan salah satu putranya jika dia mendapatkan sepuluh putra. Keinginannya terkabul. Dia memiliki sepuluh putra. Itu artinya, dia harus mengorbankan salah satunya. Akhirnya, dia mengundi nama-nama putranya. Yang keluar adalah nama Abdullah. Padahal, Abdullah adalah putra kesayangannya. Orang-orang berusaha mencegahnya menjalankan nazarnya. Namun, Abdul Muthalib bersikeras. Apakah nazarnya akan terlaksana?